The Eid Mubarak 1433H

Eid Mubarak 1433H

Tiada kata terlambat untuk meminta maaf dan memberi maaf. Semoga ibadah Shaum kita di Ramadhan 1433H diterima dengan pahala maksimal dari Allah Subhanahu Wata’ala. Dan mendapat sambutan kelak dari Surga Ar-Rayan. Amin.

Selamat Iedul Fitri 1433H
Mohon maaf lahir dan batin
Salam untuk keluarga🙂

Categories: Uncategorized

Registrasi itu Silaturahmi

Tulisan ini dibuat khusus untuk mengkampanyekan Reuni Akbar atau Silaturahmi Nasional STT/ITTelkom yang akan diselenggarakan pada tanggal 30-31 Maret 2012 di Kampus Almamater STT/ITTelkom.

—–

Menjelang Reuni Akbar STT/ITTelkom atau juga disebut Silaturahmi Nasional STT/ITTelkom yang melibatkan seluruh alumni dari tahun pertama kampus berdiri yakni angkatan 1990 sampai dengan angkatan terakhir wisuda besok 31 Maret, yakni angkatan 2009.

Data yang tercatat pada dashboard.vote.or.id dini hari tadi masih menunjukan angka 2.751 alumni yang baru mendaftar dari total keseluruhan alumni 17.747. Panitia acara ini juga mempunyai target 5.000 alumni yang mendaftar untuk mengikuti acara tersebut atau minimal berpartisipasi dalam pemilihan Presiden FAST periode 2012-2017 yang dapat dilakukan dimana saja pada tanggal 30 Maret 2012 melalui mekanisme e-vote.

Partisipasi aktif untuk mendaftarkan diri di vote.fast.or.id sama sekali tidak dipungut biaya. Gratis. Read more…

Kreatif, Masuknya Lewat Sini!

Masalah seringkali membuat kita berpikir tidak biasa. Cara yang tidak biasa yang kadang hanya bisa dimengerti oleh yang menjalankan. Masalah punya makna berbeda, tergantung dari sudut pandangnya. Masalah menjadi beban jika sudut pandang negatif karena kebanyakan nonton gosip (ups :p) mendominasi pikiran Anda. Masalah menjadi tantangan asik jika sudut pandang positif karena berlebihan minum minuman isotonik (halah :D) mendominasi mindset Anda. Pilih mana?  Read more…

Momen

Waktu pagi adalah waktu yang dinanti. Pagi selalu dinanti oleh orang-orang yang memiliki mimpi. Pagi adalah simbol harapan. Pendaki gunung sampai bela-belain ga tidur dan terus mendaki hanya untuk  dapat melihat matahari terbit. Betapa bahagia para pendaki mengabadikan momen melihat matahari. Lalu kenapa mau lihat matahari sampe harus mendaki gunung?

Mendapati matahari terbit tanpa terhalang sesuatu adalah kebahagiaan, takjub. Melihat cahaya merona merah perlahan naik, suasana mendadak menghangat. Cerita seorang teman yang tinggal di bumi bagian utara, sinar matahari menjadi rebutan saat musim dingin.

Itulah momen pagi hari. Momen matahari menyapa manusia di bumi dengan cahaya dan sinarnya. Momen yang seringkali menjadi pelengkap gambar sekolah taman kanak kanak saat melukiskan hamparan gunung.  Saya suka menikmati pagi dengan berlari atau bermain bersama anak sembari berjemur, bukan untuk menghitamkan kulit (karena kulit saya sudah hitam🙂 ) tetapi untuk menyerap kehangatan suasananya, meresapi sinaran cahayanya, memvisualisasi mimpi dan harapan yang pernah ada, dan memunculkan semangat untuk terus bekerja, berusaha, berikhtiar dan ber-brillian bersama seraya terus berdoa,

“Allah,.. kabulkanlah doa-doa teman-temanku hari ini untuk diriku, dirinya dan semua. Berilah kami semangat tak kenal lelah, tak kenal putus asa, tak kenal kegagalan dalam mewujudkan mimpi kami. Kuatkan kami bersama orang-orang yang kuat, cerdaskan kami bersama orang-orang yang cerdas, shalihkan kami bersama orang-orang yang shalih. Mantabkan dalam hati ini tekad kebaikan, tekad terus belajar, tekad terus memperbaiki diri dan lingkungan. Bimbing kami bersama orang-orang yang selalu Engkau ridlai agar kami selalu mendapat keRidhaan Mu. Jadikanlah kerja kami untuk lingkungan kami dan kebahagiaan lingkungan kami lebih kami cintai dibandingkan diri kami sendiri. Buatlah kami lebih kuat melakukan kebaikan untuk lingkungan kami dibandingkan rasa ketika kami dicaci, dihina, difitnah. Dan jadikan anak keturunan kami termasuk dalam lingkungan yang Engkau muliakan dengan kebaikan yang berlimpah. Terima kasih untuk kesempatan berdoa pagi ini, jadikanlah syukur atas nikmat yang Engkau uji kepada kami lebih kami cintai daripada sabar atas musibah yang Engkau timpakan kepada kami. Luruskan selalu niat kami. Cukuplah Engkau sebagai Penolong kami.

Amin”

 

MakinBrillian!

 

 

Ga Selamanya Menjadi Gelas Kosong

Mungkin Anda sering mendengar tentang petuah untuk selalu menjadi gelas kosong agar bisa selalu belajar dan menyerap ilmu. Menurut saya, petuah ini tidak salah, hanya kurang lengkap. Kurang lengkap karena konteks/lingkungannya masih ada yang belum tersentuh. Lingkungan seperti apa yang belum tersentuh?

Saya mendapati kondisi orang-orang yang ingin selalu belajar berada dilingkungan yang kurang mendukung percepatan belajar, seperti kurangnya penghargaan, saling mencela, negative thinking, dll. Tentu hal ini dirasa kurang menguntungkan bagi para pembelajar. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kita dan lingkungan saling mempengaruhi. Siapa yang kuat pengaruhnya dialah yang memenangkan pengaruh. “Bergaul dengan tukang minyak wangi terbawa harum, bergaul dengan pandai besi berbau asap”

Lalu bagaimana jika Anda men-setting mental dan mindset Anda sebagai gelas kosong? Anda akan diisi, dituangi oleh hal-hal berbahaya. Anda adalah gelas kosong, diisi air teh, Anda coklat. Anda adalah gelas kosong, diisi air kopi, Anda hitam. Anda adalah gelas kosong, diisi air comberan, Anda butek. Berbahaya.

Setting mental dan mindset Anda harus penuh berisi. Anda yang mempengaruhi lingkungan Anda. Anda yang menolak negative thinking, Anda yang selalu menciptakan suasana saling menghargai, Anda yang mengganti celaan dengan pujian baik. Hal ini tidak mungkin jika Anda bermental gelas kosong, Anda harus menjadi gelas berisi dan selalu terisi.

Bagaimana jika terlanjur kosong? Tidak masalah. Anda hanya perlu menerima kondisi, mensyukuri apa yang ada dan memastikan diri sadar dengan situasi yang Anda hadapi saat ini. Dengan syukur dan sadar, jiwa Anda akan membangun kesabaran secara bertahap. Anda akan menjadi seorang yang tangguh dan sabar. Tidak cukup sampai disana. Anda harus mencari lingkungan lain. Bayangkan ada gelas kosong kemudian diisi air kopi. Bagaimana caranya agar air kopi itu menjadi air putih?

Bukan dengan membuangnya kemudian mengganti dengan air putih. Cara lain?
Ya benar!
Anda perlu menuangkan air putih lebih banyak ke gelas yang berisi air kopi. Teruslah tuang sampai benar-benar air kopi dalam gelas keluar dengan sendirinya karena kepenuhan. Terus tuang terus.

Lingkungan lain yang positif dan membangun mental ibarat air putih harus terus Anda miliki. Belajar dari lingkungan tersebut. Hilangkan keburukan dengan lebih banyak membuat kebaikan. Dengan sendirinya, keburukan itu hilang.

 

Makin Brillian!

 

Perubahan dan Celaan

Sebenernya masalah (baca: tantangan) ini tidak terpisahkan melainkan seperti dua muka pada kepingan logam mata uang.

Menjadi pribadi yang berubah mulai dari niat sampai akhirnya berubah secara fisik dapat terlihat memiliki tantangan yang tidak mudah. Pribadi yang memiliki keinginan berubah setidaknya melalui fase mengawali niat, mempertahankan niat, membuktikan niat.

Keinginan untuk berubah mengawali niat dengan men-TEKAD-kan dalam hati. Pada awal ini tantangannya adalah ketakutan goyah, pertanyaan “nanti bagaimana kalau…” menghantui, khwatir mengkhianati janji, dlsb.

Pada tahapan selanjutnya, saya menyebutnya fase transisi, yaitu mempertahankan niat. Niat sudah terucap, sudah ter-TEKAD-kan. Namun belum terbukti secara fisik. Pada fase ini menurut saya sangat menantang. Bukan hanya harus mempertahankan agar niat tetap terjaga tetapi juga agar emosi tidak meluap-luap saat orang lain memprotes simbol buruk kita yang ingin berubah namun belum terubah (karena masih berubah pada tahap niat). Misal, bagi Anda (termasuk saya) yang dahulu adalah pribadi yang suka telat jika berjanji. Tantangannya adalah Anda masih akan di-cela sebelum Anda berhasil membuktikan niat Anda yang ingin menjadi pribadi tepat waktu. Inilah tantangannya. Anda bisa membayangkan, Anda sudah niat berubah, Anda coba lakukan segala cara untuk tepat waktu namun ternyata belum berhasil pada satu kesempatan perjanjian, padahal Anda sudah berhasil lebih banyak tepat waktu pada kesempatan lainnya. Inilah tantangan Anda. Pada saat Anda datang terlambat, Anda akan di-cela sebagaimana celaan dulu sebelum Anda memutuskan untuk berubah. Anda tetap akan diklaim sebagai orang yang tidak tepat waktu PADAHAL Anda sudah mau berubah. Inilah tantangan Anda.

Terakhir, pada saat Anda sudah berhasil membuktikan niat dan Anda berubah secara fisik/simbolik maka Anda akan berhadapan dengan lingkungan yang (tetap) kontra dengan perubahan Anda. Kenapa?
Karena kecenderungan manusia yang nyaman dengan klaim yang sudah melekat diotaknya.

Oleh karenanya, bagi Anda yang ingin berubah dari suatu keadaan buruk menjadi lebih baik atau dari keadaan baik menjadi lebih baik, Anda perlu memperhatikan tantangan setiap tahapan/fase perubahan.

Bertahanlah dalam berubah (menjadi lebih baik) karena 1 alasan, karena perubahan (menjadi lebih baik) adalah kebaikan dan pahala disisi-Nya.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu” (QS 91:09)

Categories: Uncategorized Tags:

Perubahan dan Spontanitas

Selamat Pagi, #GoldMorning Semoga sehat dan bugar dalam kebersamaan barokah pagi-Nya milik kita bersama.

Perubahan tidak menunggu waktu. Ia adalah spontanitas tanpa perencanaan. Ia adalah mental keberanian. Ia adalah harga diri. Perubahan tidak perlu ditanya nanti bagaimana, Ia hanya akumulasi jawaban bagaimana nanti.

Perubahan adalah simbolik. Perlu perayaan, perlu tanda. Momen adalah tanda, simbol dan perayaan. Tetapi perubahan tidak menunggu momen, Ia spontan dan menciptakan momen.

Sebagaimana kematian adalah momen penyesalan, tidak perlu menunggu momen itu untuk berubah (lebih baik).