Home > Uncategorized > Perubahan dan Celaan

Perubahan dan Celaan

Sebenernya masalah (baca: tantangan) ini tidak terpisahkan melainkan seperti dua muka pada kepingan logam mata uang.

Menjadi pribadi yang berubah mulai dari niat sampai akhirnya berubah secara fisik dapat terlihat memiliki tantangan yang tidak mudah. Pribadi yang memiliki keinginan berubah setidaknya melalui fase mengawali niat, mempertahankan niat, membuktikan niat.

Keinginan untuk berubah mengawali niat dengan men-TEKAD-kan dalam hati. Pada awal ini tantangannya adalah ketakutan goyah, pertanyaan “nanti bagaimana kalau…” menghantui, khwatir mengkhianati janji, dlsb.

Pada tahapan selanjutnya, saya menyebutnya fase transisi, yaitu mempertahankan niat. Niat sudah terucap, sudah ter-TEKAD-kan. Namun belum terbukti secara fisik. Pada fase ini menurut saya sangat menantang. Bukan hanya harus mempertahankan agar niat tetap terjaga tetapi juga agar emosi tidak meluap-luap saat orang lain memprotes simbol buruk kita yang ingin berubah namun belum terubah (karena masih berubah pada tahap niat). Misal, bagi Anda (termasuk saya) yang dahulu adalah pribadi yang suka telat jika berjanji. Tantangannya adalah Anda masih akan di-cela sebelum Anda berhasil membuktikan niat Anda yang ingin menjadi pribadi tepat waktu. Inilah tantangannya. Anda bisa membayangkan, Anda sudah niat berubah, Anda coba lakukan segala cara untuk tepat waktu namun ternyata belum berhasil pada satu kesempatan perjanjian, padahal Anda sudah berhasil lebih banyak tepat waktu pada kesempatan lainnya. Inilah tantangan Anda. Pada saat Anda datang terlambat, Anda akan di-cela sebagaimana celaan dulu sebelum Anda memutuskan untuk berubah. Anda tetap akan diklaim sebagai orang yang tidak tepat waktu PADAHAL Anda sudah mau berubah. Inilah tantangan Anda.

Terakhir, pada saat Anda sudah berhasil membuktikan niat dan Anda berubah secara fisik/simbolik maka Anda akan berhadapan dengan lingkungan yang (tetap) kontra dengan perubahan Anda. Kenapa?
Karena kecenderungan manusia yang nyaman dengan klaim yang sudah melekat diotaknya.

Oleh karenanya, bagi Anda yang ingin berubah dari suatu keadaan buruk menjadi lebih baik atau dari keadaan baik menjadi lebih baik, Anda perlu memperhatikan tantangan setiap tahapan/fase perubahan.

Bertahanlah dalam berubah (menjadi lebih baik) karena 1 alasan, karena perubahan (menjadi lebih baik) adalah kebaikan dan pahala disisi-Nya.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu” (QS 91:09)

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: