Archive

Archive for the ‘Inspirasi’ Category

Kreatif, Masuknya Lewat Sini!

Masalah seringkali membuat kita berpikir tidak biasa. Cara yang tidak biasa yang kadang hanya bisa dimengerti oleh yang menjalankan. Masalah punya makna berbeda, tergantung dari sudut pandangnya. Masalah menjadi beban jika sudut pandang negatif karena kebanyakan nonton gosip (ups :p) mendominasi pikiran Anda. Masalah menjadi tantangan asik jika sudut pandang positif karena berlebihan minum minuman isotonik (halah :D) mendominasi mindset Anda. Pilih mana?  Read more…

Advertisements

Momen

Waktu pagi adalah waktu yang dinanti. Pagi selalu dinanti oleh orang-orang yang memiliki mimpi. Pagi adalah simbol harapan. Pendaki gunung sampai bela-belain ga tidur dan terus mendaki hanya untuk  dapat melihat matahari terbit. Betapa bahagia para pendaki mengabadikan momen melihat matahari. Lalu kenapa mau lihat matahari sampe harus mendaki gunung?

Mendapati matahari terbit tanpa terhalang sesuatu adalah kebahagiaan, takjub. Melihat cahaya merona merah perlahan naik, suasana mendadak menghangat. Cerita seorang teman yang tinggal di bumi bagian utara, sinar matahari menjadi rebutan saat musim dingin.

Itulah momen pagi hari. Momen matahari menyapa manusia di bumi dengan cahaya dan sinarnya. Momen yang seringkali menjadi pelengkap gambar sekolah taman kanak kanak saat melukiskan hamparan gunung.  Saya suka menikmati pagi dengan berlari atau bermain bersama anak sembari berjemur, bukan untuk menghitamkan kulit (karena kulit saya sudah hitam 🙂 ) tetapi untuk menyerap kehangatan suasananya, meresapi sinaran cahayanya, memvisualisasi mimpi dan harapan yang pernah ada, dan memunculkan semangat untuk terus bekerja, berusaha, berikhtiar dan ber-brillian bersama seraya terus berdoa,

“Allah,.. kabulkanlah doa-doa teman-temanku hari ini untuk diriku, dirinya dan semua. Berilah kami semangat tak kenal lelah, tak kenal putus asa, tak kenal kegagalan dalam mewujudkan mimpi kami. Kuatkan kami bersama orang-orang yang kuat, cerdaskan kami bersama orang-orang yang cerdas, shalihkan kami bersama orang-orang yang shalih. Mantabkan dalam hati ini tekad kebaikan, tekad terus belajar, tekad terus memperbaiki diri dan lingkungan. Bimbing kami bersama orang-orang yang selalu Engkau ridlai agar kami selalu mendapat keRidhaan Mu. Jadikanlah kerja kami untuk lingkungan kami dan kebahagiaan lingkungan kami lebih kami cintai dibandingkan diri kami sendiri. Buatlah kami lebih kuat melakukan kebaikan untuk lingkungan kami dibandingkan rasa ketika kami dicaci, dihina, difitnah. Dan jadikan anak keturunan kami termasuk dalam lingkungan yang Engkau muliakan dengan kebaikan yang berlimpah. Terima kasih untuk kesempatan berdoa pagi ini, jadikanlah syukur atas nikmat yang Engkau uji kepada kami lebih kami cintai daripada sabar atas musibah yang Engkau timpakan kepada kami. Luruskan selalu niat kami. Cukuplah Engkau sebagai Penolong kami.

Amin”

 

MakinBrillian!

 

 

Ga Selamanya Menjadi Gelas Kosong

Mungkin Anda sering mendengar tentang petuah untuk selalu menjadi gelas kosong agar bisa selalu belajar dan menyerap ilmu. Menurut saya, petuah ini tidak salah, hanya kurang lengkap. Kurang lengkap karena konteks/lingkungannya masih ada yang belum tersentuh. Lingkungan seperti apa yang belum tersentuh?

Saya mendapati kondisi orang-orang yang ingin selalu belajar berada dilingkungan yang kurang mendukung percepatan belajar, seperti kurangnya penghargaan, saling mencela, negative thinking, dll. Tentu hal ini dirasa kurang menguntungkan bagi para pembelajar. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kita dan lingkungan saling mempengaruhi. Siapa yang kuat pengaruhnya dialah yang memenangkan pengaruh. “Bergaul dengan tukang minyak wangi terbawa harum, bergaul dengan pandai besi berbau asap”

Lalu bagaimana jika Anda men-setting mental dan mindset Anda sebagai gelas kosong? Anda akan diisi, dituangi oleh hal-hal berbahaya. Anda adalah gelas kosong, diisi air teh, Anda coklat. Anda adalah gelas kosong, diisi air kopi, Anda hitam. Anda adalah gelas kosong, diisi air comberan, Anda butek. Berbahaya.

Setting mental dan mindset Anda harus penuh berisi. Anda yang mempengaruhi lingkungan Anda. Anda yang menolak negative thinking, Anda yang selalu menciptakan suasana saling menghargai, Anda yang mengganti celaan dengan pujian baik. Hal ini tidak mungkin jika Anda bermental gelas kosong, Anda harus menjadi gelas berisi dan selalu terisi.

Bagaimana jika terlanjur kosong? Tidak masalah. Anda hanya perlu menerima kondisi, mensyukuri apa yang ada dan memastikan diri sadar dengan situasi yang Anda hadapi saat ini. Dengan syukur dan sadar, jiwa Anda akan membangun kesabaran secara bertahap. Anda akan menjadi seorang yang tangguh dan sabar. Tidak cukup sampai disana. Anda harus mencari lingkungan lain. Bayangkan ada gelas kosong kemudian diisi air kopi. Bagaimana caranya agar air kopi itu menjadi air putih?

Bukan dengan membuangnya kemudian mengganti dengan air putih. Cara lain?
Ya benar!
Anda perlu menuangkan air putih lebih banyak ke gelas yang berisi air kopi. Teruslah tuang sampai benar-benar air kopi dalam gelas keluar dengan sendirinya karena kepenuhan. Terus tuang terus.

Lingkungan lain yang positif dan membangun mental ibarat air putih harus terus Anda miliki. Belajar dari lingkungan tersebut. Hilangkan keburukan dengan lebih banyak membuat kebaikan. Dengan sendirinya, keburukan itu hilang.

 

Makin Brillian!

 

Perubahan dan Spontanitas

Selamat Pagi, #GoldMorning Semoga sehat dan bugar dalam kebersamaan barokah pagi-Nya milik kita bersama.

Perubahan tidak menunggu waktu. Ia adalah spontanitas tanpa perencanaan. Ia adalah mental keberanian. Ia adalah harga diri. Perubahan tidak perlu ditanya nanti bagaimana, Ia hanya akumulasi jawaban bagaimana nanti.

Perubahan adalah simbolik. Perlu perayaan, perlu tanda. Momen adalah tanda, simbol dan perayaan. Tetapi perubahan tidak menunggu momen, Ia spontan dan menciptakan momen.

Sebagaimana kematian adalah momen penyesalan, tidak perlu menunggu momen itu untuk berubah (lebih baik).

Hidup Kita

Setiap kita memiliki perbedaan dalam hidup. Kesuksesan Kegagalan, Kebaikan Keburukan, Kesenangan Kesedihan, semua berpasangan.

Lalu yang membuat kita bangga dengan hidup kita cuma satu, kalau kita punya cita, mimpi, atau harapan. Kurang dari itu, kita akan kehilangan kepercayaan diri, terlebih kita kehilangan makna hidup ini.

Categories: Daily Life, Inspirasi, Kehidupan Tags:

Teh basi vs kopi

Selamat pagi sahabat,

“Kalo teh sudah basi, mungkin lebih enak kalo kita ngopi.”

Menurut neuroscientist, otak kita bekerja dengan keunikan yang mencengangkan, yaitu bahwa ia sangat terbiasa membesar-membesarkan berbagai hal yang negatif.

Bisa dimaklumi, sebab sejak lahir kita memang lebih sering mengaktivasi “mode survival” demi bertahan hidup dan lebih jarang mengaktivasi “mode damai-tenteram”.

Kita tahu bahwa fokus dan pengulangan adalah penguatan, dan penguatan adalah pembelajaran. Maka dengan kecenderungan di atas, jadilah kita pribadi-pribadi yang lebih terampil dalam mengeksekusi pola-pola berpikir negatif.

Itu sebabnya, berpikir positif saat pikiran sedang negatif kadang-kadang hampir mustahil dilakukan, terlebih lagi jika pikiran negatif itu sudah terlanjur menjelma menjadi perasaan negatif.

Pola-pola berpikir negatif yang kita biasakan itu, berkembang dari kebiasaan merespon kenyataan negatif yang sesungguhnya (kebiasaan reaktif), menjadi kebiasaan meramalkan hal-hal yang belum nyata tapi sudah kita yakini seolah-olah pasti akan terjadi (kebiasaan preventif).

Maka, tantangan terbesar untuk membangun kebiasaan berpikir positif, bukanlah kebiasaan menyuntikkan pikiran positif melainkan kebiasaan membatalkan pikiran negatif.

Mengganti isi gelas dari teh menjadi kopi bukanlah mencampurkan kopi ke dalam teh, tapi membuang dulu tehnya barulah dituangkan kopinya. Bahkan, gelasnyapun perlu dicuci bersih dulu.

Kita tak tahu, berapa banyak dan yang mana yang negatif dari 60.000 pikiran yang akan lewat di kepala kita hari ini. Namun demikian, insya Allah kita langsung mengetahuinya jika ia datang.

Saat itu, yang perlu kita lakukan adalah menekan tombol escape.

Tetap semangat!

Sumber: Disini

Categories: Inspirasi, Kehidupan Tags:

Beasiswa S2 dan S3

Semalam saya di sms seorang teman di Jakarta. Beliau menyampaikan informasi beasiswa untuk S2 dan S3.
Pagi ini saya baru buka linknya. AWESOME!!
Buat temen-temen yang mau Beasiswa S2 dan S3 di Luar negeri, bisa baca link dibawah ini. Semoga SUKSES!!!

Link Berita 1
Link Berita 2
Link Beasiswa S2
Link Beasiswa S3

Jabaterat,
FER